Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Stunting tidak hanya menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dari usianya, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga meningkatkan risiko penyakit di masa dewasa.
Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin melalui perbaikan gizi, pelayanan kesehatan yang optimal, imunisasi, serta lingkungan yang bersih dan sehat.
Mengapa Stunting Terjadi?
Stunting bukan hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi merupakan kombinasi dari berbagai faktor, antara lain:
- Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum dan selama kehamilan.
- Asupan makanan bergizi yang belum mencukupi.
- Terbatasnya pelayanan kesehatan selama kehamilan dan setelah persalinan.
- Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
- Infeksi berulang akibat lingkungan yang kurang bersih.
Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh sejak ibu hamil hingga anak memasuki usia balita.
10 Langkah Mencegah Stunting
1. Penuhi Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan
Ibu hamil memerlukan asupan gizi yang lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Perbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari:
- Karbohidrat
- Protein hewani maupun nabati
- Sayur dan buah
- Susu atau produk olahan sesuai anjuran
Pemenuhan gizi selama kehamilan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan janin secara optimal.
2. Konsumsi Tablet Tambah Darah
Selama kehamilan, ibu dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan. Konsumsi tablet tambah darah membantu mencegah anemia yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun stunting.
3. Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Segera setelah bayi lahir, lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Bayi akan memperoleh kolostrum, yaitu ASI pertama yang kaya antibodi dan nutrisi penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta melindungi bayi dari berbagai infeksi.
4. Gunakan Garam Beriodium
Yodium berperan penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin maupun anak. Pastikan keluarga menggunakan garam beriodium untuk membantu mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
5. Berikan ASI Eksklusif Selama 6 Bulan
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi.
Selama usia 0–6 bulan, kebutuhan gizi bayi telah terpenuhi hanya dengan ASI tanpa tambahan makanan maupun minuman lainnya, kecuali atas indikasi medis.
6. Lanjutkan ASI Hingga Usia 2 Tahun Didampingi MP-ASI
Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi seimbang.
Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun atau lebih, karena masih memberikan manfaat besar terhadap pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh.
7. Cegah Penyakit Infeksi
Infeksi yang berulang dapat menghambat pertumbuhan anak.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan yaitu:
- Mencuci tangan menggunakan sabun.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
- Menggunakan alas kaki saat berada di luar rumah.
- Menjaga kebersihan makanan dan minuman.
8. Lengkapi Imunisasi Dasar
Imunisasi melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya.
Pastikan anak memperoleh imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal, seperti:
- Hepatitis B
- Polio
- BCG
- DPT
- Hib
- Campak
- Imunisasi lanjutan sesuai program pemerintah

9. Gunakan Air Bersih
Ketersediaan air bersih merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah stunting.
Sumber air harus dijaga kebersihannya, terlindungi dari pencemaran, serta memiliki jarak yang aman dari septic tank maupun tempat pembuangan sampah.
10. Gunakan Jamban Sehat
Sanitasi yang baik membantu mencegah penyebaran penyakit.
Gunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan sehingga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, serta mengurangi risiko penularan penyakit akibat lalat maupun serangga.
Kenali Tanda-Tanda Stunting
Beberapa tanda yang dapat dijumpai pada anak dengan stunting antara lain:
- Pertumbuhan tinggi badan lebih lambat dibandingkan anak seusianya.
- Pertumbuhan gigi terlambat.
- Pubertas datang lebih lambat.
- Kemampuan belajar dan konsentrasi dapat menurun.
- Anak tampak lebih kecil dibandingkan teman sebaya.
Apabila orang tua melihat adanya gangguan pertumbuhan, segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Peran Orang Tua Sangat Menentukan
Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan ibu hamil memperoleh gizi yang cukup, bayi mendapatkan ASI eksklusif, anak memperoleh MP-ASI bergizi, imunisasi lengkap, serta tumbuh di lingkungan yang bersih dan sehat.
Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan juga menjadi langkah penting agar gangguan pertumbuhan dapat dideteksi sejak dini.
Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas
Stunting dapat dicegah melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, yaitu memenuhi kebutuhan gizi sejak kehamilan, memberikan ASI eksklusif, melanjutkan ASI dengan MP-ASI bergizi, melengkapi imunisasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyediakan akses air bersih dan sanitasi yang baik.
RSIA Aisyiyah Pekajangan mengajak seluruh keluarga untuk bersama-sama mencegah stunting demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, aktif, dan berdaya saing di masa depan. Pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi kesehatan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

