Komitmen Mutu Pelayanan

Indikator Mutu

Transparansi dan komitmen RISA Aisyiyah Pekajangan dalam menjaga, mengukur, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi setiap pasien.

Quality & Safety

Capaian Indikator Mutu Nasional

Kenali berbagai indikator yang menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan di RISA Aisyiyah Pekajangan.

Total indikator

13 Indikator

Kepatuhan Kebersihan Tangan

1. Kepatuhan Kebersihan Tangan

Tolok ukur untuk menilai ketaatan tenaga kesehatan dalam melakukan cuci tangan pakai sabun atau cairan antiseptik (handrub) berdasarkan standar WHO, dengan target capaian minimal ≥ 85% di fasilitas pelayanan kesehatan

  • Hasil capaian secara konsisten berada di atas 99% dari bulan Januari hingga Juni (tertinggi 99,60% di bulan Januari).
  • Kinerja ini sangat baik karena selalu berhasil melampaui garis standar yang ditetapkan, yaitu sebesar 85%.
  • Tingkat kepatuhan ini juga selalu lebih unggul jika dibandingkan dengan rata-rata capaian provinsi yang berfluktuasi pada kisaran 91% hingga 94%.
Kecepatan Waktu Tanggap Komplain

2. Kecepatan Waktu Tanggap Komplain

Mengukur kecepatan rumah sakit dalam menerima, merespons, dan menindaklanjuti komplain pasien atau keluarga. Sasaran: seluruh komplain pasien dan keluarga mendapatkan respons sesuai standar pelayanan. Target: ≥90% komplain direspons sesuai waktu yang ditetapkan.

  • Hasil capaian bertahan di angka 100% secara beruntun dari bulan Januari hingga Juni.
  • Capaian ini secara konsisten berhasil memenuhi target standar mutlak yang ditetapkan sebesar 100%.
  • Kinerja ini juga selalu mengungguli rata-rata capaian provinsi yang sempat mengalami fluktuasi, termasuk saat mengalami penurunan ke angka 93,31% pada bulan Februari.
Kepatuhan Identifikasi Pasien

3. Kepatuhan Identifikasi Pasien

Kepatuhan Identifikasi Pasien merupakan indikator yang mengukur kepatuhan tenaga kesehatan dalam memastikan identitas pasien secara benar sebelum pelayanan diberikan. Sasarannya adalah seluruh pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan target kepatuhan 100%, sebagai upaya untuk mencegah kesalahan identifikasi dan meningkatkan keselamatan pasien.

  • Kinerja pada indikator ini sangat sempurna dengan hasil capaian stabil di angka 100% sepanjang semester pertama (Januari - Juni).
  • Hasil capaian tersebut berhasil memenuhi garis standar mutlak yang ditetapkan sebesar 100%.
  • Tingkat kepatuhan yang dicapai ini selalu konsisten sedikit di atas capaian provinsi yang rata-rata berada di angka 99,20% hingga 99,52%.
Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

4. Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Mengukur kepatuhan tenaga kesehatan dalam menggunakan alat pelindung diri sesuai jenis tindakan dan risiko paparan. Sasaran: seluruh petugas yang melakukan pelayanan dengan risiko paparan. Target: 100% kepatuhan penggunaan APD sesuai ketentuan.

  • Standar kepatuhan penggunaan APD yang wajib dicapai adalah 100%.
  • Sempat terjadi tren penurunan dari bulan Januari hingga mencapai titik terendah pada bulan Maret, yaitu 95%, di mana angka ini meleset dari standar dan berada di bawah capaian provinsi (97,15%).
  • Namun, terjadi perbaikan signifikan yang dimulai dari bulan April hingga Juni, di mana hasil capaian berhasil kembali sempurna menyentuh angka 100%.
Waktu Tanggap Operasi SC (Sectio Caesaria) Emergensi

5. Waktu Tanggap Operasi SC (Sectio Caesaria) Emergensi

Mengukur kecepatan respons tim dalam memberikan pelayanan operasi pada pasien dengan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan tindakan segera. Sasaran: seluruh pasien yang membutuhkan operasi emergency. Target: ≥80% kasus mendapatkan tindakan sesuai batas waktu yang ditetapkan.

  • Hasil capaian pada bulan Januari diawali dengan performa sempurna di angka 100%, melampaui standar minimal (80%) dan capaian rata-rata provinsi (99,32%).
  • Namun, terjadi anjloknya capaian yang sangat drastis hingga menyentuh angka 0% selama empat bulan berturut-turut (Februari hingga Mei). Hasil ini sangat memprihatinkan karena jatuh jauh di bawah standar maupun rata-rata provinsi.
  • Pada bulan Juni mulai terlihat adanya pemulihan dengan hasil capaian naik menjadi 50%, meskipun angka ini masih berstatus belum memenuhi target standar minimal 80% dan masih tertinggal jauh dari rata-rata provinsi (91,30%).
Waktu Tunggu Rawat Jalan

6. Waktu Tunggu Rawat Jalan

Mengukur waktu yang dibutuhkan pasien sejak proses pendaftaran hingga mendapatkan pelayanan dokter di rawat jalan. Sasaran: seluruh pasien rawat jalan. Target: sesuai standar waktu tunggu pelayanan yang ditetapkan rumah sakit/ketentuan yang berlaku.

  • Kinerja untuk indikator waktu tunggu rawat jalan tergolong sangat baik, di mana hasil capaian secara konsisten selalu melampaui standar minimal 80% sepanjang bulan Januari hingga Juni.
  • Meskipun sempat mengalami sedikit penurunan ke titik terendah pada bulan April (88,57%), capaian tersebut masih berada dalam zona aman di atas batas standar dan kembali naik hingga 93,54% di bulan Juni.
  • Secara keseluruhan, performa fasilitas ini secara meyakinkan selalu mengungguli angka capaian rata-rata provinsi yang cenderung berada di kisaran 79% hingga 82%.
Penundaan Operasi Elektif

7. Penundaan Operasi Elektif

Mengukur persentase operasi elektif yang mengalami penundaan dari jadwal yang telah ditetapkan serta mengidentifikasi penyebab penundaan. Sasaran: seluruh pasien yang menjalani operasi elektif. Target: ≤5% operasi elektif mengalami penundaan.

  •  Hasil capaian fasilitas tercatat  0% pada hampir seluruh bulan (Januari, Februari, April, Mei, dan Juni).
  • Sempat terjadi sedikit angka penundaan pada bulan Maret sebesar 0,74%, namun angka ini masih sangat aman dan jauh di bawah batas toleransi standar maksimal yang ditetapkan, yaitu sebesar 5%.
  • Secara keseluruhan, fasilitas ini menunjukkan efisiensi layanan operasi yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan tren rata-rata provinsi. Capaian provinsi secara konsisten mencatatkan tingkat penundaan yang lebih tinggi setiap bulannya, yakni berfluktuasi di kisaran 2,32% hingga 3,54%.
Kepatuhan Waktu Visite Dokter

8. Kepatuhan Waktu Visite Dokter

Mengukur kepatuhan dokter spesialis dalam melaksanakan visite pasien sesuai jadwal dan ketentuan waktu yang telah ditetapkan rumah sakit. Sasaran: pasien rawat inap yang membutuhkan visite dokter spesialis. Target: ≥80% visite dilakukan sesuai ketentuan waktu.

  • Hasil capaian selalu konsisten berada di atas standar 80% di setiap bulannya, dengan performa berkisar antara 85,47% hingga 90,85%.
  • Secara umum, hasil capaian bulanan selalu berada di atas capaian rata-rata provinsi.
  • Poin paling mencolok terjadi pada bulan April; di saat capaian rata-rata provinsi anjlok drastis ke angka 45,98%, hasil capaian fasilitas ini justru tetap stabil dan prima di angka 90,70%.
Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium

9. Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium

Mengukur kepatuhan petugas melakukan identifikasi pasien sebelum pengambilan sampel pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan lainnya. Sasaran: seluruh pasien yang menjalani pengambilan sampel. Target: 100% kepatuhan identifikasi.

  • Performa pelaporan hasil kritis berada di tingkat  capaian stabil di angka 100% sepanjang semester pertama.
  • Capaian yang tidak pernah menurun ini secara tepat memenuhi garis standar 100% yang disyaratkan.
  • Kinerja unggul dan stabil ini juga terpantau selalu berada di atas tren capaian rata-rata provinsi yang fluktuatif di kisaran 96,95% hingga 97,68%.
Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

10. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

Mengukur kepatuhan dalam penggunaan obat sesuai ketentuan Formularium Nasional.

  • Standar minimal kepatuhan penggunaan Formularium Nasional yang ditetapkan adalah 80%.
  • Terjadi penurunan yang sangat drastis pada bulan Februari dengan capaian 80,28%, turun tajam dari 98,53% di bulan sebelumnya, serta jatuh di bawah rata-rata capaian provinsi (92,15%).
  • Meskipun sempat anjlok mendekati batas bawah, kepatuhan berhasil dipulihkan dengan cepat di bulan Maret hingga Juni dengan capaian stabil di kisaran 97% hingga 98%, kembali mengungguli rata-rata provinsi.
Kepatuhan terhadap Alur Klinis (Clinical Pathway)

11. Kepatuhan terhadap Alur Klinis (Clinical Pathway)

Indikator ini bertujuan memastikan tenaga kesehatan memberikan pelayanan sesuai alur klinis yang telah ditetapkan, dengan sasaran tercapainya pelayanan yang terstandar, efektif, dan aman serta target kepatuhan ≥80%.

  • Fasilitas mencatat capaian 100% pada dua bulan pertama, yakni Januari dan Februari.
  • Mulai bulan Maret terjadi tren penurunan yang cukup signifikan menjadi 84,62%, dan terus menurun hingga menyentuh batas standar minimal 80% persis pada bulan Juni.
  • Sejak bulan Maret hingga Juni, hasil capaian secara konsisten tertinggal dan berada di bawah rata-rata capaian provinsi yang cenderung lebih stabil di kisaran 92% hingga 94%.
Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh

12. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh

Mengukur kepatuhan pelaksanaan asesmen dan intervensi pencegahan risiko jatuh pada pasien, Sasaran: seluruh pasien rawat inap yang memiliki risiko jatuh. Target: 100% pasien berisiko mendapatkan upaya pencegahan sesuai standar.

  • Kinerja pada indikator keselamatan ini sangat maksimal dengan hasil capaian mencapai 100% setiap bulannya dari Januari hingga Juni.
  • Hasil tersebut secara presisi memenuhi standar mutlak yang ditetapkan yakni 100% tanpa ada kekurangan sedikit pun.
  • Tingkat kepatuhan paripurna ini juga selalu berhasil mengungguli angka rata-rata capaian provinsi di setiap bulannya.
Kepuasan Pasien

13. Kepuasan Pasien

Indikator ini mengukur tingkat kepuasan pasien dan/atau keluarga terhadap pelayanan rumah sakit, dengan sasaran tercapainya pengalaman pelayanan yang bermutu dan berorientasi pada kebutuhan pasien serta target kepuasan ≥90%.

  • Tingkat kepuasan pasien terpantau sangat tinggi, dengan angka capaian terendah berada di 96,58% pada bulan Juni dan capaian tertinggi mencapai 99,17% pada bulan Januari.
  • Angka-angka hasil capaian tersebut secara konsisten dan meyakinkan melampaui jauh di atas garis standar minimal yang ditetapkan sebesar 76,61%.

RISA Aisyiyah Pekajangan

Bersama menjaga mutu pelayanan kesehatan

Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Kembali ke Beranda
Chat WhatsApp